Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf Lahir dan Bathin — Perkuliahan Semester Genap 2025/2026 dilaksanakan secara offline mulai tanggal 1 April 2026 —
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf Lahir dan Bathin — Perkuliahan Semester Genap 2025/2026 dilaksanakan secara offline mulai tanggal 1 April 2026 —

Bandung — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Hafidzah Al-Usroh Bil Jannah, melaksanakan Praktik Profesi Mahasiswa (PPM) di Lembaga Amil Zakat (LAZ) Percikan Iman Sedekahku, Bandung. Kegiatan tersebut mengangkat fokus “Pengelolaan Event Dakwah di Lembaga Amil Zakat Percikan Iman Sedekahku” sebagai bentuk implementasi keilmuan komunikasi Islam dalam dunia kerja profesional.

PPM ini dilaksanakan di LAZ Percikan Iman Sedekahku yang beralamat di Ruko Komplek Kurdi Regency No. 33A, Jalan Inhoftank, Pelindung Hewan, Kecamatan Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan dokumen seminar magang, kegiatan berlangsung selama empat bulan, mulai 8 Desember 2025 hingga 31 Maret 2026.

Dalam pelaksanaannya, Hafidzah terlibat dalam berbagai aktivitas komunikasi dakwah, mulai dari pengelolaan event, penulisan artikel filantropi, hingga menjadi talent konten lembaga. Pada dokumen PPM dijelaskan bahwa dakwah Islam di era modern mengalami transformasi seiring perkembangan teknologi dan media komunikasi, termasuk melalui filantropi Islam seperti zakat, infak, dan sedekah.

Salah satu program yang diikuti Hafidzah adalah Kajian Ramadhan Berseri, yaitu rangkaian kajian tematik yang menghadirkan para influencer muslim sebagai pemateri. Program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap kajian keislaman yang relevan, aplikatif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, khususnya bagi generasi muda.

Adapun tema kajian yang diangkat meliputi Kupas Tuntas Fiqh Wanita di Bulan Ramadhan bersama Ustadzah Lina Budiyarti Yusuf, Journaling Reflect: Produktif Dimulai dari Ramadhan bersama Ustadzah Maulidya Putri, Kerja Cerdas Hidup Berkah bersama Ustadzah Meyda Sefira, serta Menjemput Lailatul Qadr bersama Ustadz Alfatahar. Keterlibatan dalam program tersebut memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami proses perencanaan, koordinasi, publikasi, hingga pelaksanaan event dakwah secara langsung.

“PPM ini menjadi pengalaman berharga karena saya dapat belajar langsung bagaimana mengelola event dakwah secara profesional, mulai dari perencanaan, berkoordinasi dengan pemateri hingga evaluasi kegiatan,” ujar Hafidzah. Ia menilai pengelolaan event dakwah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan komunikasi, tetapi juga membutuhkan keterampilan manajerial, kerja tim, ketelitian teknis, serta kemampuan membaca kebutuhan audiens.

Pembimbing lapangan dari LAZ Percikan Iman Sedekahku, Siswadi, S.Sos., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa PPM memberikan kontribusi positif bagi pelaksanaan program lembaga. “Mahasiswa mampu beradaptasi dengan baik dan menunjukkan inisiatif dalam membantu pengelolaan kegiatan, khususnya dalam koordinasi dan pelaksanaan event,” ujarnya. Dalam struktur kelembagaan yang ditampilkan pada dokumen PPM, Siswadi tercatat sebagai Manager Program LAZ Percikan Iman Sedekahku.

Sementara itu, Dosen Pembimbing PPM, Dr. H. Uwes Fatoni, M.Ag., menegaskan bahwa PPM merupakan ruang strategis bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori perkuliahan dengan kebutuhan profesional di lapangan. “PPM menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk mengasah kompetensi profesional sekaligus memahami dinamika kerja di lembaga dakwah secara langsung,” ujar Uwes. Ia menambahkan bahwa mahasiswa KPI perlu memiliki kemampuan adaptif, kreatif, dan komunikatif dalam menghadapi perkembangan dakwah di era digital.

Selain pengelolaan event, Hafidzah juga menghasilkan sejumlah produk kerja selama PPM. Berdasarkan dokumen seminar magang, hasil yang dicapai antara lain peningkatan kemampuan penulisan artikel program filantropi, pengalaman mengelola event dakwah seperti Jambore Percikan Iman, Kajian LISSAN, dan Ifthar Akbar, keterlibatan sebagai Master of Ceremony, editing majalah lembaga, serta menjadi talent konten untuk publikasi program filantropi.

Dalam prosesnya, Hafidzah juga menghadapi tantangan, seperti koordinasi waktu dengan pemateri, pengelolaan teknis acara, pembagian tugas, serta menjaga partisipasi audiens di setiap sesi kajian. Namun, tantangan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran yang memperkuat kemampuan problem solving, manajemen waktu, dan kepemimpinan. Melalui kegiatan PPM ini, Hafidzah Al-Usroh Bil Jannah diharapkan semakin matang sebagai calon komunikator Islam yang profesional, adaptif, dan mampu menghadirkan dakwah yang berdampak bagi masyarakat.