
Bandung — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam atau KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung terus didorong untuk mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam ruang praktik profesional. Salah satu bentuk implementasi tersebut dilakukan melalui kegiatan Praktik Profesi Mahasiswa atau PPM yang menjadi sarana pembelajaran langsung di lingkungan kerja.
Melalui PPM, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori komunikasi dan dakwah, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kegiatan nyata yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tiga ranah utama keilmuan KPI, yaitu khitobah, kitabah, dan i’lam, menjadi dasar penting dalam pelaksanaan praktik tersebut.
Salah satu mahasiswa KPI angkatan 2023, Mutiara Indah Lestari, mendapat kesempatan melaksanakan PPM di Lembaga Amil Zakat atau LAZ Percikan Iman Sedekahku. Dalam kegiatan tersebut, ia terlibat dalam berbagai aktivitas kelembagaan, khususnya dalam pengelolaan event dakwah filantropi.
Salah satu kegiatan besar yang melibatkan peran Mutiara adalah Iftar Akbar 2026 yang diselenggarakan oleh LAZ Percikan Iman Sedekahku. Kegiatan ini menjadi salah satu program sosial Ramadan yang menghadirkan ratusan anak yatim dan dhuafa dari wilayah Bandung Raya.
Berdasarkan laporan kegiatan PPM, Iftar Akbar 2026 dilaksanakan pada 15 Ramadan 1447 H atau bertepatan dengan 5 Maret 2026. Acara tersebut berlangsung di Trans Studio Bandung dan diikuti oleh 531 peserta yang merupakan anak yatim dan dhuafa se-Bandung Raya.
Dalam kegiatan tersebut, Mutiara dipercaya untuk menjalankan beberapa peran penting. Ia terlibat dalam penyusunan konsep acara sejak tahap awal, melakukan koordinasi dengan pihak Trans Studio Bandung dan para pendamping peserta, menjadi pembawa acara atau MC, membuat berita kegiatan, serta membantu mengelola tim yang bertugas.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa KPI memiliki ruang kontribusi yang luas dalam kegiatan dakwah berbasis sosial. Tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan secara lisan, mahasiswa juga dapat mengambil peran dalam perencanaan, komunikasi kelembagaan, publikasi, dan pengelolaan acara.
Mutiara menyampaikan bahwa pengalaman tersebut menjadi proses pembelajaran yang sangat berarti. Ia menilai keterlibatannya dalam Iftar Akbar 2026 memberikan pemahaman langsung mengenai pentingnya koordinasi, ketepatan komunikasi, dan tanggung jawab dalam pelaksanaan event.
“Dalam kegiatan ini, saya belajar bahwa sebuah acara besar tidak hanya membutuhkan konsep yang baik, tetapi juga komunikasi yang jelas, kerja sama tim, dan kesiapan menghadapi berbagai situasi di lapangan,” ujar Mutiara.
Ia juga menjelaskan bahwa tugas sebagai MC memberikan pengalaman tersendiri dalam menerapkan kemampuan khitobah. Menurutnya, pembawa acara tidak hanya bertugas memandu jalannya kegiatan, tetapi juga menjaga suasana, menyampaikan pesan dengan tepat, dan memastikan peserta tetap terarah selama acara berlangsung.
Selain menjalankan peran khitobah, Mutiara juga mengimplementasikan kemampuan kitabah melalui penulisan berita dan narasi kegiatan. Keterampilan menulis menjadi bagian penting karena kegiatan sosial dan dakwah perlu didokumentasikan serta dipublikasikan secara informatif kepada masyarakat.
Sementara itu, aspek i’lam diterapkan melalui keterlibatan dalam dokumentasi, publikasi, dan pengelolaan informasi kegiatan. Dengan demikian, pengalaman PPM di LAZ Percikan Iman Sedekahku menjadi ruang praktik yang menghubungkan teori komunikasi Islam dengan kebutuhan kerja profesional.
Kegiatan Iftar Akbar 2026 tidak hanya berisi agenda berbuka puasa bersama. Para peserta juga diberi kesempatan menikmati berbagai wahana permainan yang tersedia di Trans Studio Bandung sebagai bentuk hiburan dan kebahagiaan di bulan Ramadan.
Selain itu, menjelang waktu berbuka, peserta mengikuti rangkaian kegiatan keislaman seperti sesi pematerian dan tadarus Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan bahwa acara tersebut tidak hanya berorientasi pada aspek sosial, tetapi juga mengandung nilai dakwah dan pembinaan spiritual.
Acara Iftar Akbar 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Beberapa pihak yang disebut mendukung kegiatan tersebut antara lain Bus Patriot serta sejumlah brand dan lembaga seperti Rabbani, Hunain Hijab, Amanda Brownies, Asmara Snack, dan Direktorat Pendidikan Percikan Iman.
Salah satu pendamping peserta turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini memberikan kebahagiaan bagi anak-anak yang hadir dan menjadi bentuk nyata kepedulian sosial dari para panitia dan donatur.

“Jazakumullah khairan katsiran kepada seluruh panitia. Acara ini membawa senyum dan keberkahan bagi anak-anak Lentera Mimpi. Semoga Allah membalas kebaikan para panitia dan donatur dengan pahala yang berlipat ganda,” ujar Bu Cucu, salah satu pendamping peserta Iftar Akbar 2026.
Secara tidak langsung, apresiasi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Iftar Akbar memberikan dampak emosional dan sosial bagi peserta. Kehadiran anak-anak yatim dan dhuafa dalam suasana Ramadan yang penuh kebersamaan menjadi bagian penting dari nilai filantropi Islam yang diusung oleh LAZ Percikan Iman Sedekahku.
Dosen pembimbing PPM, Dr. Uwes Fatoni, M.Ag., turut memberikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman lapangan seperti ini dapat memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia profesional setelah menyelesaikan studi.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga mengasah keterampilan praktis, terutama dalam komunikasi, manajemen kegiatan, dan kerja sama dengan lembaga,” ujar Dr. Uwes Fatoni, M.Ag.
Dengan terselenggaranya kegiatan Iftar Akbar 2026, keterlibatan mahasiswa KPI UIN Bandung menjadi bukti bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat terhubung langsung dengan kebutuhan masyarakat. Pengalaman ini diharapkan mampu membentuk mahasiswa KPI sebagai insan profesional yang memiliki kompetensi komunikasi, kepekaan sosial, dan kemampuan berdakwah secara relevan di tengah masyarakat.
