Judul: ILMU DAKWAH, Perspektif Filsafat Mabadi ‘Asyarah
Penulis : Dr. H. Tata Sukayat, M.Ag.
Cetakan II, 2019
ISBN : 978-602-7973-20-6
Ukuran : 16 x 24 cm
Halaman : 256 Halaman
Bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) serta mahasiswa Fakultas Dakwah pada umumnya, memahami dakwah tidak cukup hanya pada tataran praktik. Dakwah perlu dipahami sebagai disiplin ilmu yang memiliki struktur, metodologi, dan landasan filosofis yang jelas. Buku Ilmu Dakwah, Perspektif Filsafat Mabadi ‘Asyarah karya Tata Sukayat menjadi sangat urgen dibaca dan dijadikan rujukan. Buku ini membantu mahasiswa melihat dakwah bukan sekadar aktivitas ceramah atau penyiaran, tetapi sebagai bangunan keilmuan yang kokoh dan sistematis.
Diterbitkan dalam Cetakan II tahun 2019 dengan ketebalan 256 halaman, buku ini menawarkan pembahasan mendalam mengenai posisi Ilmu Dakwah dalam kerangka filsafat ilmu. Penulis memulai dengan menegaskan bahwa secara praktis eksistensi dakwah tidak diragukan lagi dalam kehidupan umat Islam. Dakwah berperan strategis dalam internalisasi, sosialisasi, publikasi, dan institusionalisasi nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
Namun, kekuatan buku ini terletak pada pendekatan teoretisnya. Dakwah tidak hanya dipahami sebagai bagian dari Ilmu Agama, tetapi juga sebagai bagian dari Ilmu Sosial. Perspektif ini memperluas cakrawala mahasiswa bahwa dakwah bersentuhan dengan realitas sosial, budaya, politik, dan komunikasi. Dengan demikian, Ilmu Dakwah memiliki legitimasi akademik untuk berdiri sejajar dengan disiplin ilmu lainnya.
Secara substantif, buku ini mengkaji dakwah dari sudut filsafat ilmu melalui trilogi aspek ilmu: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi membahas hakikat dan objek kajian dakwah; epistemologi mengkaji sumber dan metode memperoleh pengetahuan dakwah; sedangkan aksiologi menyoroti nilai dan manfaat dakwah bagi kehidupan manusia. Pendekatan ini penting agar mahasiswa memahami fondasi teoritik Ilmu Dakwah secara mendalam.
Yang menarik, penulis tidak berhenti pada trilogi tersebut. Ia mengembangkan kajian dengan menggunakan perspektif mabadi ‘asyarah—sepuluh aspek dasar suatu disiplin ilmu. Sepuluh aspek itu meliputi hakikat, objek kajian, manfaat, kaitan dengan ilmu lain, keutamaan, perumus awal, nama ilmu, sumber atau dasar ilmu, hukum mempelajari, dan problematikanya. Pendekatan ini menjadikan pembahasan Ilmu Dakwah lebih komprehensif dan terstruktur.
Melalui kerangka mabadi ‘asyarah, pembaca diajak memahami bahwa Ilmu Dakwah memiliki identitas ilmiah yang jelas. Ia memiliki objek material dan formal, memiliki tujuan dan manfaat, serta memiliki hubungan interdisipliner dengan ilmu lain seperti komunikasi, sosiologi, dan psikologi. Dengan demikian, Ilmu Dakwah tidak lagi dipandang sebagai kajian normatif semata, tetapi sebagai disiplin akademik yang sistematis.
Bagi mahasiswa KPI, buku ini sangat penting untuk memperkuat landasan teoritis sebelum terjun ke praktik dakwah di media massa maupun ruang publik. Tanpa pemahaman filsafat Ilmu Dakwah, aktivitas komunikasi dan penyiaran Islam berpotensi menjadi dangkal dan pragmatis. Buku ini mengajarkan bahwa setiap praktik dakwah harus bertumpu pada kerangka ilmiah yang jelas.
Selain itu, buku ini juga relevan bagi dosen dan peneliti dakwah. Struktur pembahasannya yang sistematis memudahkan pembaca dalam menyusun kerangka penelitian, merumuskan masalah, dan menempatkan Ilmu Dakwah dalam konteks akademik yang lebih luas. Ia dapat menjadi rujukan utama dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Dakwah, Filsafat Dakwah, maupun Metodologi Dakwah.
Keunggulan buku ini terletak pada kedalaman analisis dan kelengkapan perspektifnya. Bahasa yang digunakan cukup akademik, tetapi tetap dapat dipahami oleh mahasiswa. Dengan ketebalan yang memadai, buku ini mampu memberikan uraian menyeluruh tanpa terasa bertele-tele.
Secara keseluruhan, Ilmu Dakwah, Perspektif Filsafat Mabadi ‘Asyarah adalah karya penting yang menegaskan eksistensi Ilmu Dakwah sebagai disiplin yang mandiri. Bagi mahasiswa, membaca dan menggunakan buku ini bukan sekadar memenuhi tugas perkuliahan, tetapi merupakan langkah strategis untuk membangun fondasi intelektual yang kuat. Dakwah yang profesional, ilmiah, dan transformatif hanya dapat terwujud jika para pelakunya memahami Ilmu Dakwah secara filosofis dan sistematis sebagaimana ditawarkan dalam buku ini.
