Judul : Filsafat dan Etika DakwahPenulis : Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag.Cetakan I, Maret 2022
ISBN : 978-623-6625-50-7Ukuran : 15,5 x 24 cm
Halaman : 156 HalamanKertas isi : Bookpaper 55 gram
Bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), buku Filsafat dan Etika Dakwah karya Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag memiliki urgensi yang sangat mendasar. Mahasiswa KPI tidak hanya dituntut mampu berbicara di depan publik atau mengelola media dakwah, tetapi juga harus memahami landasan filosofis dan etis dari setiap pesan yang disampaikan. Di tengah arus digitalisasi dan perubahan sosial yang cepat, dakwah membutuhkan kedalaman berpikir serta ketajaman moral. Buku ini hadir sebagai fondasi akademik sekaligus reflektif bagi mahasiswa KPI agar mampu berdakwah secara bijaksana, kontekstual, dan bertanggung jawab.
Diterbitkan pada Cetakan I, Maret 2022, dengan ketebalan 156 halaman, buku ini dirancang ringkas namun padat secara substansi. Dengan bahasa akademik yang tetap komunikatif, penulis mengajak pembaca memahami bahwa dakwah bukan sekadar aktivitas retorika, melainkan proses transformasi sosial yang berakar pada pemikiran filosofis dan nilai-nilai etis. Buku ini menjadi jembatan antara teori dan praktik dakwah di era modern.
Penulis yang juga dosen Prodi KPI ini menegaskan bahwa perubahan sosial menuntut dakwah bergerak lebih dinamis. Metode, media, dan materi dakwah harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi masyarakat. Dakwah tidak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan tunggal dan statis. Dalam konteks ini, filsafat berfungsi sebagai alat analisis untuk membaca realitas sosial, sementara etika menjadi kompas moral dalam menentukan sikap dan strategi dakwah.
Pada bagian awal, buku ini menguraikan konsep dasar filsafat secara sistematis, mulai dari pengertian umum filsafat, sejarah perkembangannya, hingga cabang-cabang kajian yang relevan dengan dakwah. Penjelasan ini penting agar mahasiswa tidak memandang filsafat sebagai disiplin yang abstrak dan jauh dari praktik, melainkan sebagai cara berpikir kritis dan reflektif dalam menghadapi persoalan dakwah kontemporer.
Selanjutnya, Ketua Labdak FDK UIN Bandung ini juga membahas analisis teks keagamaan dengan pendekatan filosofis. Bagian ini memperlihatkan bagaimana ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis dapat dipahami secara lebih mendalam melalui kerangka berpikir rasional dan kontekstual. Pendekatan ini sangat relevan bagi mahasiswa KPI agar tidak terjebak pada pemahaman tekstual yang sempit, tetapi mampu menghadirkan pesan dakwah yang solutif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Pembahasan tentang konsep dasar etika menjadi bagian penting dalam buku ini. Penulis menjelaskan hakikat etika, sumber-sumber etika, serta relasinya dengan norma sosial dan nilai budaya. Dalam praktik dakwah, etika menjadi pedoman agar dai mampu menjaga sikap, tutur kata, dan strategi komunikasi yang santun, menghargai perbedaan, serta tidak menimbulkan konflik sosial.
Buku ini juga menguraikan konsep dasar dakwah secara komprehensif—mulai dari definisi, tujuan, unsur-unsur dakwah, hingga metode penyampaiannya. Penulis menekankan bahwa dakwah ideal bukan hanya menyampaikan kebenaran, tetapi juga membangun kehidupan yang humanis, demokratis, adil, dan moderat. Dakwah harus menjadi rahmat bagi semua, bukan alat legitimasi kepentingan tertentu.
Bagian yang paling reflektif adalah pembahasan mengenai relevansi filsafat dan etika dalam dakwah. Penulis menunjukkan bahwa tanpa landasan filsafat, dakwah berpotensi dangkal dan reaktif. Tanpa etika, dakwah bisa kehilangan kepekaan sosial dan justru menimbulkan resistensi. Oleh karena itu, penguasaan keduanya menjadi syarat penting bagi dai di era transisi zaman yang penuh kompleksitas.
Keunggulan buku ini terletak pada penyajiannya yang sistematis dan aplikatif. Meskipun membahas konsep-konsep teoritis, penjelasannya tetap membumi dan mudah dipahami mahasiswa. Buku ini sangat cocok dijadikan referensi mata kuliah Filsafat Dakwah, Etika Dakwah, maupun Metodologi Dakwah di Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Secara keseluruhan, Filsafat dan Etika Dakwah karya Aang Ridwan merupakan bacaan penting bagi mahasiswa KPI, praktisi dakwah, dan siapa pun yang ingin memahami dakwah secara lebih mendalam. Buku ini menegaskan bahwa dakwah yang efektif tidak hanya memerlukan kemampuan komunikasi, tetapi juga kedalaman berpikir dan kematangan moral. Dengan menguasai filsafat dan etika, seorang dai diharapkan mampu menghadirkan dakwah yang relevan, bijak, serta membawa transformasi sosial yang positif.
