Judul Buku : Teori-Teori New Media: Perspektif Komunikasi, Sosial-Budaya dan Politik-Ekonomi
Penulis : Moch. Fakhruroji
Penerbit : Simbiosa Rekatama Media
Kota Terbit : Bandung
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : ± 300 halaman
ISBN : (sesuaikan dengan edisi yang digunakan)
Kategori : Ilmu Komunikasi / Media Studies
Bagi mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), memahami perkembangan media digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan akademik dan profesional. Dakwah, penyiaran, dan praktik komunikasi Islam kini banyak berlangsung melalui platform digital yang dinamis dan interaktif. Dalam konteks inilah buku Teori-Teori New Media: Perspektif Komunikasi, Sosial-Budaya dan Politik-Ekonomi karya Moch. Fakhruroji menjadi sangat relevan. Buku ini membantu mahasiswa KPI memahami bagaimana perubahan teknologi media memengaruhi pola komunikasi, produksi pesan, serta relasi kekuasaan di ruang digital.
Buku ini hadir sebagai referensi penting dalam kajian media kontemporer di Indonesia, khususnya karena masih terbatasnya literatur berbahasa Indonesia yang membahas teori new media secara komprehensif. Fakhruroji menguraikan transformasi lanskap komunikasi akibat internet dan teknologi digital dengan pendekatan teoritis yang sistematis. Hal ini sangat membantu mahasiswa dalam membangun landasan konseptual yang kuat sebelum terjun ke praktik produksi konten atau penyiaran digital.
Pada bagian awal pembahasan, penulis menjelaskan konsep dasar new media beserta karakteristiknya, seperti interaktivitas, konvergensi, digitalisasi, dan jaringan (network). Media baru dipahami bukan sekadar perangkat teknologi, tetapi sebagai ruang sosial yang membentuk cara manusia berinteraksi dan membangun makna. Bagi mahasiswa KPI, pemahaman ini penting agar dakwah digital tidak hanya berorientasi pada teknis platform, tetapi juga memahami dinamika sosial yang melingkupinya.
Dari perspektif komunikasi, buku ini membahas adaptasi teori-teori klasik dalam konteks digital. Perubahan posisi khalayak dari audiens pasif menjadi prosumer (produsen sekaligus konsumen konten) dijelaskan secara mendalam. Hal ini relevan bagi mahasiswa KPI yang perlu memahami bahwa audiens dakwah di media sosial memiliki kuasa untuk merespons, memodifikasi, bahkan mendistribusikan ulang pesan keagamaan.
Dalam perspektif sosial-budaya, Fakhruroji menguraikan bagaimana media digital memengaruhi pembentukan identitas, budaya populer, dan praktik sosial masyarakat. Media sosial menjadi arena representasi diri dan negosiasi makna. Bagi mahasiswa KPI, fenomena ini penting untuk dipahami agar penyampaian pesan Islam dapat disesuaikan dengan konteks budaya digital yang terus berkembang.
Buku ini juga mengangkat perspektif politik-ekonomi media baru, termasuk isu kapitalisme digital, komodifikasi data, dan dominasi platform global. Penulis mengkritisi bagaimana perusahaan teknologi memanfaatkan data pengguna sebagai komoditas ekonomi. Mahasiswa KPI perlu menyadari dimensi ini agar tidak hanya menjadi pengguna platform, tetapi juga memahami struktur kekuasaan yang memengaruhi distribusi dan visibilitas konten dakwah.
Keunggulan buku ini terletak pada kemampuannya mengintegrasikan teori global dengan realitas Indonesia. Contoh-contoh yang digunakan dekat dengan pengalaman masyarakat dalam menggunakan media sosial dan platform digital. Bahasa yang digunakan cukup akademis namun tetap komunikatif, sehingga sesuai untuk mahasiswa tingkat sarjana.
Secara keseluruhan, buku ini sangat layak dijadikan rujukan utama dalam mata kuliah yang berkaitan dengan media digital, dakwah online, dan komunikasi kontemporer di program studi KPI. Moch. Fakhruroji tidak hanya menjelaskan perubahan teknologi, tetapi juga mengajak pembaca memahami dampak sosial, budaya, dan ekonomi yang menyertainya. Dengan membaca buku ini, mahasiswa KPI diharapkan mampu menjadi komunikator Islam yang kritis, adaptif, dan reflektif di era media baru.
Cara mensitasi buku:
Fakhruroji, M. (2017). Teori-teori new media: Perspektif komunikasi, sosial-budaya dan politik-ekonomi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.
