Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf Lahir dan Bathin — Perkuliahan Semester Genap 2025/2026 dilaksanakan secara offline mulai tanggal 1 April 2026 —
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf Lahir dan Bathin — Perkuliahan Semester Genap 2025/2026 dilaksanakan secara offline mulai tanggal 1 April 2026 —

Sejarah KPI

Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) merupakan salah satu program studi di bawah pengelolaan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Secara legal-formal, Program Studi KPI didirikan berdasarkan SK Pendirian Nomor 393 Tahun 1993 yang ditetapkan pada 29 Desember 1993 dan ditandatangani oleh Dr. H. Tarmizi Taher. Penyelenggaraan Program Studi KPI mulai berjalan pada tahun 1994. Selanjutnya, izin operasional program studi diperkuat melalui Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 331 Tahun 2012 tertanggal 29 Februari 2012. Dalam perkembangan mutunya, Prodi KPI juga telah memperoleh pengakuan akreditasi berdasarkan SK BAN-PT Nomor 894/SK/BAN-PT/Ak.KP/S/III/2024.

Secara historis, keberadaan Program Studi KPI tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang pengembangan keilmuan dakwah di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada masa awal berdirinya IAIN Sunan Gunung Djati Bandung sekitar tahun 1963–1965, bidang dakwah masih menjadi bagian dari Fakultas Ushuluddin dan banyak dipengaruhi oleh pola pendidikan khas Timur Tengah, khususnya model Al-Azhar. Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan berkembangnya kajian dakwah sebagai disiplin ilmu yang lebih mandiri, menjelang tahun 1993 muncul gagasan untuk membentuk fakultas tersendiri yang secara khusus mengembangkan rumpun keilmuan dakwah.

Gagasan tersebut kemudian terealisasi dengan berdirinya Fakultas Dakwah pada tahun 1993. Pada masa awal pendiriannya, Drs. H. Ahmad Subandi menjadi salah satu tokoh pelopor sekaligus menjabat sebagai Dekan pertama Fakultas Dakwah. Selain itu, pengembangan Fakultas Dakwah juga didukung oleh tokoh-tokoh penting lainnya, di antaranya Prof. Dr. H. Syukriadi Sambas, M.Si., yang pada saat itu berperan dalam pengembangan dakwah sebagai disiplin ilmu yang mandiri serta dalam perumusan struktur akademik fakultas. Pada periode awal tersebut, Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam menjadi jurusan pertama yang dibuka, dengan KH. Saiful Zaman sebagai Ketua Jurusan yang saat ini dikenal sebagai Ketua Program Studi.

Transformasi kelembagaan terus berlanjut seiring perubahan status IAIN Sunan Gunung Djati Bandung menjadi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada tahun 2005. Perubahan tersebut turut mendorong penguatan nomenklatur dan orientasi keilmuan fakultas menjadi Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Perubahan ini menandai semakin kuatnya integrasi antara keilmuan dakwah dan komunikasi, sekaligus memperluas ruang pengembangan Prodi KPI dalam merespons perkembangan media, teknologi informasi, industri komunikasi, dan kebutuhan masyarakat modern.

Sejak awal berdirinya, Program Studi KPI berfokus pada pengembangan keilmuan dakwah dengan konsentrasi utama pada bidang tabligh. Seiring proses evaluasi dan pengembangan kurikulum, kompetensi lulusan terus diperluas agar sesuai dengan perkembangan zaman. Pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Enjang AS, M.Si., M.Ag., CICS, struktur kompetensi KPI diformulasikan ke dalam tiga ranah utama, yaitu I’lam, Khitabah, dan Kitabah. Ketiga ranah ini menjadi fondasi pengembangan keilmuan dan kompetensi lulusan KPI hingga saat ini, sekaligus menjadi dasar dalam penguatan bidang komunikasi Islam, penyiaran, jurnalistik, dakwah digital, produksi media, dan kehumasan.

Pada masa awal pengembangannya, kondisi lingkungan kampus dan fasilitas pembelajaran masih sangat sederhana. Kegiatan akademik berjalan dengan sarana yang terbatas dan lingkungan kampus masih sangat dekat dengan kehidupan masyarakat sekitar. Namun, seiring perkembangan kelembagaan, sarana dan prasarana pembelajaran terus ditingkatkan. Laboratorium komunikasi mulai berkembang secara signifikan sekitar tahun 2010–2012 melalui dukungan program pengadaan fasilitas pendidikan. Penguatan fasilitas tersebut semakin terlihat sejak tahun 2014 dengan tersedianya studio penyiaran, perangkat produksi media, ruang multimedia, serta fasilitas pembelajaran praktik yang lebih representatif.

Dalam pengembangan keilmuannya, Prodi KPI memiliki karakteristik yang membedakannya dari ilmu komunikasi secara umum, yaitu pendekatan komunikasi yang berbasis nilai, etika, dan perspektif Islam. Namun, Prodi KPI juga tetap mengakomodasi perkembangan ilmu komunikasi modern, seperti jurnalistik, hubungan masyarakat, broadcasting, produksi media, penulisan kreatif, komunikasi organisasi, komunikasi massa, hingga komunikasi digital. Integrasi antara nilai keislaman dan kompetensi komunikasi modern menjadi dasar penting dalam menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan memiliki landasan moral yang kuat.

Perjalanan Prodi KPI juga ditandai oleh kepemimpinan yang berkelanjutan dari masa ke masa. Para Ketua Prodi berperan penting dalam memperkuat tata kelola akademik, mengembangkan kurikulum, meningkatkan mutu pembelajaran, memperluas jejaring kerja sama, serta mendorong prestasi mahasiswa dan lulusan.

Adapun Ketua Prodi KPI UIN Bandung dari masa ke masa adalah sebagai berikut:

  1. Drs. H. Asep Saefuzzaman, M.Ag memimpin Prodi KPI pada periode 1993–2003. Pada masa kepemimpinannya, Prodi KPI berada dalam fase penguatan fondasi awal kelembagaan dan pengembangan dasar-dasar akademik komunikasi serta penyiaran Islam.
  2. Dra. Hj. Siti Sumijati, M.Ag memimpin Prodi KPI pada periode 2003–2007. Kepemimpinan beliau menjadi bagian penting dalam kesinambungan tata kelola prodi, penguatan layanan akademik, serta pengembangan kegiatan pembelajaran mahasiswa.
  3. Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag memimpin Prodi KPI pada periode 2007–2011. Pada periode ini, Prodi KPI terus memperkuat arah pengembangan keilmuan komunikasi dakwah, peningkatan mutu akademik, dan pembinaan mahasiswa.
  4. Dr. Dadan Suherdiana, M.Ag memimpin Prodi KPI pada periode 2011–2015. Kepemimpinan beliau berperan dalam memperkuat tradisi akademik, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan Prodi KPI.
  5. Dr. H. Mukhlis Aliyudin, M.Ag memimpin Prodi KPI pada periode 2015–2019. Pada masa ini, Prodi KPI semakin menguatkan tata kelola akademik, penjaminan mutu, serta relevansi kurikulum dengan perkembangan komunikasi dan penyiaran Islam.
  6. Dr. H. Aang Ridwan, M.Ag memimpin Prodi KPI pada periode 2019–2023. Kepemimpinan beliau menjadi bagian dari penguatan reputasi prodi, pengembangan kerja sama, peningkatan prestasi mahasiswa, serta respons terhadap perkembangan media digital.
  7. Dr. H. Nase Saefudin, M.M memimpin Prodi KPI pada periode 2023–2027. Pada periode ini, Prodi KPI terus diarahkan untuk memperkuat mutu akademik, tata kelola program studi, inovasi pembelajaran, kerja sama strategis, dan pengembangan lulusan yang kompeten di bidang komunikasi, dakwah, penyiaran, jurnalistik, media digital, dan kehumasan.

Di bawah kepemimpinan para ketua prodi tersebut, Prodi KPI terus mengalami perkembangan, baik dari aspek kelembagaan, akademik, kemahasiswaan, maupun kerja sama. Jumlah peminat dan mahasiswa terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat terhadap tenaga profesional di bidang komunikasi, media, dakwah, jurnalistik, penyiaran, dan kehumasan. Organisasi kemahasiswaan, komunitas akademik, serta aktivitas praktik media juga turut memperkuat ekosistem pembelajaran yang kolaboratif, kreatif, dan inovatif.

Lulusan Program Studi KPI telah banyak berkontribusi di berbagai sektor, terutama di bidang media, penyiaran, jurnalistik, hubungan masyarakat, pendidikan, dakwah, industri kreatif, lembaga pemerintahan, organisasi sosial, serta dunia digital. Di tengah perubahan teknologi dan tantangan global, Prodi KPI terus mendorong penguatan literasi digital, penguasaan bahasa asing, kemampuan produksi konten, riset komunikasi, serta kompetensi profesional berbasis nilai keislaman.

Saat ini, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung beralamat di Jl. A.H. Nasution No. 105, RT 01/RW 09, Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Dengan dukungan sumber daya manusia, kurikulum berbasis kompetensi, fasilitas pembelajaran yang semakin memadai, serta tradisi akademik yang terus berkembang, Prodi KPI berkomitmen menjadi program studi yang unggul, adaptif, dan relevan dengan perkembangan ilmu komunikasi Islam di tingkat nasional maupun global.

Buku Sejarah Prodi KPI
(Klik buku untuk download)