PREDATOR SIMPUL DEMOKRASI

Oleh : Aang Ridwan

(Sekretaris Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung)

Musim semi kandidasi Presiden RI, telah menjadi semacam panggung festival yang mempertontonkan tingkah kontroversial dan adu jotos para predator yang dengan sengaja melakukan perang  propaganda demi tumbangnya kubu sang rival.

Ada dua model propaganda kontroversial yang dipertontonkan para predator yang ditengarai bisa merapuhkan simpul-simpul demokrasi.

Pertama, model false flag operation, modus propaganda ini adalah mengendus berbagai macam kasus untuk kemudian mengkambinghitamkan kubu lawan sebagai pihak yang bersalah. Opini publik kemudian digiring pada Narasi kontroversi yang mereka kehendaki.

Melalui kuasa penunggang bebas (free rider) media mainstream (arus utama) dan kebringasan pasukan siber (cyber army) di jejaring media sosial yang mereka pelihara, informasi tentang keburukan lawan mereka banjir bandangkan. Tujuan utamanya supaya publik hanyut dalam arus banjir informasi yang mereka konstruksi.

Kedua, model firehose of Falsehood, yang lazim disebut sebagai model propaganda Rusia (Russia’s approach). Modus propaganda ini merupakan manuver kaum bad guy seperti Donal Trump dalam aksi akrobatik politiknya.

Diawali dengan membangun kegaduhan atas isu-isu kontroversial baik menyangkut aspek remeh temeh terutama persoalan prinsifil. Kemudian isu itu ia goreng dalam diksi dan narasi kontroversi untuk kemudian diproduksi, direproduksi dan didistribusikan secara massif melalui kanal-kanal  media mainstream dan media sosial.

Hal yang kontras dalam model propaganda ini adalah abai pada aspek-aspek etika apalagi akurasi data. Bahkan dalam banyak kasus, mereka abai terhadap konsitensi antara narasi disatu panggung dengan narasi dipanggung yang lainnya.

Dua model propaganda ini sangat berbahaya, selain abai terhadap  penggunaan nalar sehat, cara berfikir jernih, dan tautan harmoni antara data dan fakta. Secara langsung, cepat atau lambat model propaganda sampah ini bisa memberi efek rembesan (trycle down effeck) bagi rapuhnya simpul-simpul dan nilai adi luhung demokrasi Pancasila.

#Bumi Harapan, 25 Februari 2019

#Mari kita jaga akal sehat dan kebeningan nurani  

#Stop aksi predator demokrasi


ALUMNI KPI UKIR PRESTASI INTERNASIONAL

.

Istanbul, Intan Aulia Husnunnisa, salah satu alumni Jurusan KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung lulus tahun 2018…

DPD ASKOPIS Jawa Barat dan Prodi KPI FDK UIN Bandung Selenggarakan Webinar Komunikasi Islam Series 2

.

Kamis (01/04) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Prodi KPI Se-Indonesia (ASKOPIS)…

MENGISI LIBURAN SEMESTER, MAHASISWA KPI IKUTI PANTURA INTERFAITH JOURNEY

.

Semarang, Meski sedang liburan semester Mahasiswa KPI  UIN Sunan Gunung Djati Bandung tidak pernah berhenti…

PREDATOR SIMPUL DEMOKRASI

.

Oleh : Aang Ridwan

(Sekretaris…

Kunjungan Hari Ini:
Kunjungan Kemarin:
Total Kunjungan: